Article
Milad Soekarno Putra Sang Fajar

Milad Soekarno Putra Sang Fajar

Membicarakan sejarah Indonesia rasanya tak mungkin mengabaikan nama Soekarno. Peran dan kontribusinya dari masa perjuangan, kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan yang begitu vital membuat Soekarno terus dielu-elukan, bahkan hingga masa sekarang.

Seratus dua puluh tahun yang lalu, bersamaan dengan hari Kamis Pon menurut kalender Jawa, lahirlah tokoh proklamator dan orator ulung tersebut. Kelahirannya di pagi hari membuat Soekarno dijuluki sebagai putra sang fajar.

Kepada Cindy Adams, penulis buku Soekarno Penyambung Lidah Rakyat, beliau menuturkan: “Bersamaan dengan kelahiranku, menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru. Menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru, karena aku dilahirkan di tahun 1901.”

Julukan itu sejatinya pertama kali diberikan oleh ibunya. Ketika ia baru berusia beberapa tahun, di sebuah pagi yang syahdu sang ibu bersama Soekarno kecil duduk bersama di beranda rumah. Setelah itu, ibunya menjulurkan pandangannya ke arah timur.

Tak lama setelah itu, perempuan keturunan Bali yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai itu kemudian mengulurkan kedua tangan dan meraih tubuh kecil anaknya. Dipeluknya Soekarno dengan erat dan hangat.

Dengan suara yang halus, ibu pun berbisik kepada Soekarno: “Engkau sedang memandang fajar nak. Ini kukatakan kepadamu bahwa kelak engkau akan menjadi orang yang mulia. Engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing.”

Setelah terdiam beberapa saat, ibunya menjelaskan kepada Soekarno ihwal kepercayaan orang Jawa bahwa seseorang yang dilahirkan di saat matahari terbit nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Terakhir, ibunya juga berbisik: “Jangan sekali-kali kau lupakan nak, bahwa engkau ini putra dari sang fajar,” ujar Ida Ayu Nyoman Rai. Pesan singkat yang selalu diingat Soekarno hingga ia dewasa.

Di sisi lain, terdapat juga beberapa pendapat lain tentang hari kelahiran Soekarno. Mengutip dari Historia, berdasarkan buku induk mahasiswa Technische Hogeschool (kini Institut Teknologi Bandung), Soekarno tercatat lahir di Surabaya pada 6 Juni 1902.

Sementara itu, temuan harian Kompas menyebut versi yang jarang diketahui banyak orang. Dalam harian Kompas yang terbit pada 5 Oktober 1970, terdapat kemungkinan Soekarno lahir sebelum 23 Mei 1901. Versi ini diungkap paman Soekarno, Soemodihardjo. Menurut penuturannya, kelahiran Soekarno ditandai dengan letusan Gunung Kelud pada 23 Mei 1901.

Meskipun terdapat polemik mengenai hari kelahirannya, Soekarno sendiri mengaku dalam otobiografi yang ditulis oleh Cindy Adams bahwa ia lahir pada tanggal 6 Juni 1901. Versi yang hingga saat ini menjadi rujukan oleh khalayak umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *